Tujuan SDG ketiga adalah kesehatan dan kesejahteraan, yang berisi pengurangan angka kematian dini akibat penyakit tidak menular melalui pencegahan dan pengobatan. Penyakit kronis seperti Diabetes, penyakit Kardiovaskular, dan Kanker merupakan penyebab umum kematian mendadak di kawasan ASEAN.
Beberapa negara di Kawasan ASEAN seperti Indonesia, jumlah populasi Diabetes yang cukup besar, disebut-sebut sebagai terbesar ketujuh di dunia. Namun, ASEAN juga merupakan salah satu kawasan terendah dengan kematian dini akibat penyakit kronis seperti diabetes (IDF, 2021).
Luka adalah komplikasi paling umum dari penyakit kronis yang meningkatkan kematian di antara orang dengan penyakit kronis. Oleh karena itu, penting bagi petugas layanan kesehatan yang Spesialisasi dalam perawatan luka di kawasan Asia Tenggara untuk bertemu dan bertukar pikiran untuk saling membantu dalam memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas. Sehingga semua negara di kawasan ini akan dapat berbagi tingkat kualitas layanan kesehatan yang sama untuk mencapai tujuan SDG bersama.
Selain itu, tujuan pemulihan pasca COVID19 mengharuskan praktisi kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mereka agar tetap relevan untuk mengatasi tantangan baru dalam perawatan kesehatan sekarang dan di masa depan. Era disrupsi setelah pandemi menjadi alasan bagi kita semua untuk saling menyapa dan membuka peluang baru untuk berkolaborasi demi sukses luar biasa dalam bidang kesehatan.
Kegiatan ASEAN Wound Summit yang disingkat AWS ini adalah Acara tahunan yang tahun 2022 ini Indoensia sebagai Tuan Rumah. AWS yang di selenggarakan selama 3 hari sejak tanggal 25 – 27 November 2022 di The Sultan Hotel Jakarta, mengusung Tema “Together, we can achieve better healthcare.”

Gambar: Utusan Prodi Ners FKK Unimerz Lolos Poster Persentation di ASEAN WOUND SUBMIT 2022/Ist
ASEAN Wound Summit 2022 akan menjadi ajang Tenaga Kesehatan untuk bersatu dan berkolaborasi, meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam perawatan luka, serta menghadirkan perspektif baru dari pengalaman dalam perawatan dan pencegahan luka.
Kegiatan ini di hadiri oleh Tenaga kesehatan se-ASEAN dengan jumlah Peserta 400 orang, 25 Speaker ASIA dan 30 Education Sesion Prodi Pendidikan Profesi Ners fakultas Keperawatan universitas Megarezky dan dengan Penciri Keperawatan Komunitas Home Care, juga ikut Berkontribusi salah satu yang lolos sebagai Poster Presentation dari 50 Abstrak yang lulus di pertemuan tingkat ASEAN.
Delegasi Prodi Pendidikan Profesi Ners di wakili oleh Syaiful, S.Kep., Ns., M.Kep yang mempersentasikan Poster dengan judul “IMPLEMENTATION OF TIMERS MANAGEMENT ON DIABETES FOOT ULCER : HOME CARE SETTING”.
TIMERS adalah Managemen yang di gunakan untuk sebagai metode untuk manajemen perawatan luka pada luka diabetes terbukti efektif dan juga sudah di akui sebagai secara international melalui Konsesus Dokumen oleh JWC.
TIMERS. Tissue Management : Bagaimana mengangkat/membuang Jaringan Mati Pada Luka Diabetes. Infalamasi and infection Control : Mengontrol Inflamasi dan Infeksi, Moisture Balance : Menjaga Kondisi Luka Agar Tetap Lembab, Epitelisasi Edge : Mensupport Jaringan Epitel pada Luka Diabetes, Repair & Regenerations : mensupport Pembentukan jarigan sehat Luka diabetes dan Social Factor : Kualitas Hidup dan Motivasi diri sendiri dan Keluarga.
“Kegiatan ini sangat Bermanfaat, karena Banyak ilmu Update dan saling bertukar informasi tenaga Kesehatan Se-Asean utamanya Perawat, sehingga kami bisa mengimplentasikan ke Pasien pasien dan utamanya Kependidikan mahasiswa kami terkait perkembangan Perawatan luka, Semoga Event ASEAN WOUND SUMMIT Tahune berikutnya yang di selenggarakan di Phlipina 2023 kami ikut kembali berkontirbusi,” tutur Syaiful.



