Program Pascasarjana Universitas Megarezky (Unimerz) mengawali perkuliahan perdana dengan menggelar kuliah umum dengan mengusung tema ‘Arah Pendidikan Nasional menuju Era Digitalisasi’ secara hybrid (online-offline), pada Sabtu (18/3/2023).
Kuliah umum ini juga dirangkaikan langsung dengan pelatihan penggunaan Edlink kepada mahasiswa baru program Pascasarjana Unimerz.
Turut hadir pada kegiatan tersebut baik online ataupun offline yakni, Direktur Pascasarjana Unimerz; Prof. Dr. Anwar Ramli., S.E., M.Si, Wakil Direktur Pascasarjana Unimerz; Dr. Rika Handayani, SKM.,M.Kes, Narasumber; Prof. Dr. Sukardi Weda, SS., M.Hum., M.Pd., M.Si., MM., M.Sos., I., M.A.P, para KPS lingkup Pascasarjana Unimerz, para dosen pengajar serta seluruh mahasiswa baru Pascasarjana Unimerz.
Dalam sambutannya, Direktur Pascasarjana Unimerz, Prof. Dr. Anwar Ramli., S.E., M.Si menuturkan bahwa dalam mewujudkan Pendidikan nasional di era digitalisasi sudah dilakukan oleh Universitas Megarezky, dengan melahirkan kebijakan pembelajaran secara online.

“Tema kuliah umum kita hari ini adalah arah Pendidikan nasional menuju era digitalisasi. Di Universitas Megarezky salah satu kampus yang telah beradaptasi, karena telah melahirkan kebijakan untuk pembelajaran dilakukan secara jarak jauh (online). Tentunya dalam setiap kebijakan selalu ada kelemahannya. Tetapi kami pastikan kelemahan lebih kecil daripada keuntungannya,” ungkapnya.
“Saya berharap seluruh mahasiswa program pascasarjana bisa mengikuti kuliah umum ini dengan baik. Dan saya mohon untuk para mahaisiswa tetap standbye, karena di akhir kuliah umum akan diberikan pelatihan Edlink terkait pengisian KRS,” harapnya.
Sementara itu, dalam pemaparannya, Prof. Dr. Sukardi Weda, SS., M.Hum., M.Pd., M.Si., MM., M.Sos., I., M.A.P selaku Narasumber pada kuliah umum tersebut mengatakan, bahwa pembelajaran yang dilakukan secara digital memiliki sisi positif dan negative.
“Adaptasi pembelajaran secara digital tentunya memiliki sisi positif dan negative. Contohnya, dulu orang saat ingin mencari tahu suatu teori maka mereka harus mencari dan membuka buku. Kalau sekarang buka hp, sudah lengkap semuanya di google. Dan satu lagi, dalam menggunakan sosial media, biasanya banyak yang mengirim foto dan lain-lain, tetapi tentunya kita harus pintar menyaring informasi yang kita dapatkan. Jika ada yang sifatnya negatif maka dihapus saja. Intinya pesan saya, kita harus santun, bijak dan elok dalam menggunakan media social,” ungkapnya.




