BERITA

PROGRAM STUDI ILMU GIZI FKK UNIMERZ RESMI TEKEN MOU DENGAN DPD PERSAGI SULSEL

Nov 28, 2022 | Fakultas Keperawatan dan Kebidanan, Kerja Sama

PROGRAM STUDI ILMU GIZI FKK UNIMERZ RESMI TEKEN MOU DENGAN DPD PERSAGI SULSEL

Nov 28, 2022 | Fakultas Keperawatan dan Kebidanan, Kerja Sama

Program Studi Ilmu Gizi, Fakultas Keperawatan dan Kebidanan Universitas Megarezky (Unimerz) sukses melaksanakan visitasi sekaligus dirangkaikan dengan penandatanganan kerjasama (MoU) dengan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi) Wilayah Sulawesi Selatan (Sulsel), di Meeting Room Unimerz, Rabu (9/11/2022).

Kunjungan rombongan Persagi Wilayah Sulsel ke Unimerz disambut langsung oleh para Wakil Rektor Unimerz, Dekan FKK, Ketua dan Sekretaris Program Studi Ilmu Gizi, serta para dosen dan staf program studi Ilmu Gizi.

Wakil Rektor IV Unimerz, Dr. H. Arfenti A. S.Pd, M.Pd, membenarkan adanya penandatanganan MoU antara program studi Ilmu Gizi Unimerz dengan Persagi Sulsel.

“Implementasi dari MoU dengan pihak persagi tentunya berkaitan dengan Tridarma Perguruan Tinggi, pengabdian kepada masyarakat. Dari pihak Persagi juga telah berkomitmen, jika ada program kerja yang akan dilakukan, mereka akan melibatkan Unimerz, salah satunya yakni seperti kegiatan yang akan berlangsung dalam waktu dekat yakni pengabdian di Desa Binaan, Kabupaten Maros, tepatnya di Moncongloe,” ujarnya.

Senada dengan itu, Fatimah Fitriani Mujahidah, S.Gz, M.Kes selaku Ketua Prodi S1 Ilmu Gizi, juga mengatakan bahwa pihaknya dikunjungi oleh Persagi untuk menciptakan kolaborasi bersama.

“Ada kunjungan dari Persagi Sulsel ke Unimerz, Prodi Ilmu Gizi dalam rangka kerjasama. Kerjasama kedepannya yang akan dilakukan seperti penelitian dan pengabdian, serta setiap ada kegiatannya Persagi akan selalu melibatkan kita. Saya berharap juga, dengan adanya kolaborasi ini bisa meningkatkan kompetensi kami di prodi Ilmu Gizi,” harapnya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi secara terpisah, Majilala, S.Gz, M.Gizi selaku Ketua DPD Persagi Sulsel berharap agar dengan adanya MoU antara keduanya bisa menjadi meningkatkan wawasan mahasiswa Ilmu Gizi.

“Semoga komunikasi bisa lebih baik, sehingga informasi tentang gizi itu sudah diperoleh oleh mahasiswa prodi Ilmu Gizi sejak awal. Sehingga nanti, begitu mereka selesai studi, mereka tidak bingung mencari rumahnya di mana. Karena sejak bangku kuliah, mereka sudah mendapatkan banyak ilmu teori sekaligu praktek yang berkaitan dengan gizi,” kuncinya.

BAGIKAN ARTIKEL INI

BERITA TERKAIT