Upaya menghidupkan kembali permainan tradisional sebagai bagian dari pembelajaran Pendidikan Jasmani terus dilakukan sebagai respons atas menurunnya aktivitas fisik anak dan remaja. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan edukasi bertema “Pentingnya Permainan Tradisional dalam Meningkatkan Perkembangan Motorik Anak” yang dilaksanakan oleh Program Studi Pendidikan Jasmani (Penjas) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Megarezky (Unimerz) di SMA Maha Putra Tello Makassar, khususnya pada kelas XII, Selasa (13/1/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan pembelajaran berbasis praktik yang mengintegrasikan nilai budaya, aktivitas fisik, serta pendidikan karakter. Edukasi tersebut dihadiri oleh dosen pengampu mata kuliah Belajar Motorik, Wahyu Munandar, M.Or., Kepala Sekolah SMA Maha Putra Tello Makassar Rahmat Hidayat Samsuddin, S.E., S.T., M.M., Gr., serta melibatkan mahasiswa Program Studi Pendidikan Jasmani angkatan 2024 kelas C.
Kegiatan ini merupakan luaran mata kuliah Belajar Motorik pada Program Studi Pendidikan Jasmani FKIP Unimerz yang dirancang untuk memberikan pengalaman belajar langsung kepada mahasiswa, sekaligus memberikan manfaat nyata bagi peserta didik di sekolah. Melalui penugasan tersebut, mahasiswa berperan aktif sebagai fasilitator edukasi kesehatan dan aktivitas jasmani.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa Prodi Pendidikan Jasmani memberikan pemahaman kepada peserta didik mengenai pentingnya permainan tradisional dalam mendukung perkembangan motorik anak dan remaja. Kepala Sekolah SMA Maha Putra Tello Makassar, Rahmat Hidayat Samsuddin, menyampaikan bahwa aktivitas permainan yang melibatkan gerak dasar seperti berlari, melompat, melempar, dan menangkap mampu meningkatkan koordinasi, keseimbangan, serta kelincahan peserta didik.
“Secara fisiologis, permainan tradisional juga berkontribusi dalam meningkatkan kebugaran jasmani dan daya tahan tubuh, yang sangat dibutuhkan peserta didik di tengah padatnya aktivitas akademik,” ujarnya.
Selain manfaat fisik, edukasi yang diberikan juga menyoroti dampak positif permainan tradisional terhadap aspek kognitif dan psikologis. Syahrir, salah satu mahasiswa Prodi Pendidikan Jasmani FKIP Unimerz, menjelaskan bahwa melalui aktivitas bermain yang interaktif dan menyenangkan, peserta didik dilatih untuk meningkatkan fokus dan konsentrasi. Permainan tradisional juga dinilai mampu menurunkan tingkat stres serta kejenuhan belajar, sehingga menciptakan suasana pembelajaran yang lebih sehat, aktif, dan seimbang antara aktivitas fisik dan mental.
Lebih lanjut, permainan tradisional menjadi sarana efektif dalam pembentukan karakter dan keterampilan sosial peserta didik. Dalam setiap permainan, peserta didik belajar memimpin, bekerja sama dalam tim, mematuhi aturan, serta menghargai peran teman sebaya. Proses tersebut secara tidak langsung melatih jiwa kepemimpinan, kemampuan kerja sama tim, serta meningkatkan kepercayaan diri melalui keterlibatan aktif dalam permainan.
Sebagai penutup, dosen pengampu mata kuliah Belajar Motorik, Wahyu Munandar, M.Or., berharap permainan tradisional dapat kembali diintegrasikan dalam pembelajaran Pendidikan Jasmani maupun kegiatan sekolah lainnya. Menurutnya, kegiatan yang dilaksanakan oleh Program Studi Pendidikan Jasmani FKIP Unimerz ini menjadi contoh sinergi positif antara perguruan tinggi dan sekolah dalam menciptakan pembelajaran yang kontekstual dan bermakna.
“Menghidupkan kembali permainan tradisional tidak hanya berkontribusi pada peningkatan perkembangan motorik dan kebugaran jasmani anak, tetapi juga menjadi upaya pelestarian budaya sekaligus investasi penting bagi kualitas generasi muda di masa depan,” tutupnya.
Melalui kegiatan ini pula, para siswa SMA Maha Putra Tello Makassar diharapkan dapat menjadikan Universitas Megarezky (Unimerz) sebagai salah satu pilihan utama untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi, mengingat lokasi kampus yang relatif dekat dengan lingkungan sekolah.




