Fakultas Keperawatan dan Kebidanan (FKK) Universitas Megarezky (UNIMERZ) melaksanakan kegiatan benchmarking ke dua perguruan tinggi unggulan di Pulau Jawa pada 7–8 April 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen strategis FKK UNIMERZ dalam meningkatkan kualitas tata kelola akademik, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat secara sistematis dan berkelanjutan.
Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Mega Rezky Makassar, dengan kehadiran langsung Ketua YPI, Adv. Moch. Noer Alim Qalby, S.H., LLM, sebagai bentuk komitmen institusi terhadap penguatan mutu pendidikan tinggi.
Pada hari pertama, Senin (7/4/2026), delegasi FKK UNIMERZ melakukan kunjungan ke Departemen Gizi Masyarakat, IPB University, Bogor. Departemen ini dikenal sebagai salah satu pusat unggulan dalam bidang gizi di Indonesia. Fokus benchmarking mencakup pengelolaan kurikulum berbasis kompetensi, tata kelola laboratorium, pengembangan riset berbasis komunitas, serta implementasi program studi yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Selanjutnya, pada Selasa (8/4/2026), delegasi melanjutkan kunjungan ke Universitas Jenderal Ahmad Yani (Unjani), Cimahi. Institusi ini memiliki reputasi kuat dalam pengembangan ilmu Keperawatan dan Kebidanan. Dalam kunjungan tersebut, FKK UNIMERZ menggali praktik terbaik terkait sistem penjaminan mutu internal, pengembangan kapasitas sumber daya dosen, inovasi pembelajaran, serta pengelolaan laboratorium terintegrasi.
Dekan Fakultas Keperawatan dan Kebidanan UNIMERZ, Dr. Wilma, S.Kep., Ns., M.Kep., dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan benchmarking ini merupakan langkah strategis dalam pengembangan fakultas.
“Kegiatan benchmarking ini adalah investasi nyata bagi masa depan fakultas. Kami ingin belajar langsung dari perguruan tinggi terbaik di Indonesia dalam mengelola program studi, membangun ekosistem riset yang unggul, serta memastikan lulusan kami siap menghadapi dinamika dunia kesehatan yang terus berkembang. Berbagai insight yang diperoleh akan kami tindak lanjuti dalam bentuk program peningkatan mutu yang konkret dan terukur,” ujarnya.
Kegiatan ini tidak hanya memperkuat sinergi antarperguruan tinggi, tetapi juga membuka peluang kolaborasi jangka panjang, baik dalam penelitian bersama, pertukaran dosen dan mahasiswa, maupun pengembangan kurikulum yang responsif terhadap kebutuhan nasional.
Keterlibatan langsung pimpinan yayasan dalam kegiatan ini menjadi indikator kuat bahwa peningkatan mutu akademik merupakan prioritas utama institusi. Komposisi delegasi yang terdiri atas unsur pimpinan yayasan, dekanat, ketua program studi, serta koordinator bidang penjaminan mutu dan penelitian mencerminkan kesiapan FKK UNIMERZ dalam melakukan transformasi kelembagaan secara menyeluruh.
Dengan semangat kolaboratif dan orientasi pada keunggulan, FKK UNIMERZ berkomitmen untuk terus berkembang sebagai institusi pendidikan kesehatan yang adaptif, inovatif, dan berdaya saing global, dalam rangka mencetak tenaga kesehatan Indonesia yang profesional, berkarakter, dan unggul.



