Fakultas Farmasi Universitas Megarezky (Unimerz) menggelar Expert Lecture di Megarezky Hall University, pada Sabtu (5/10/2024).
Kegiatan ini diselenggarakan dengan mengusung tema ‘The Role of Pharmaceutical in Enhancing Quality and Standarizing Medications in The Pharmaceutical Industry during Digitalization Era’.
Pada Expert Lecture kali ini, Fakultas Farmasi menghadirkan Mr. Mahmoud Gamal Ramadan sebagai Guest Speaker. Beliau merupakan Technical Operations Director Boston Pharmaceutical Industries.
Sebagai informasi, pada kegiatan ini juga dirangkaikan dengan penandatanganan MoU antara Universitas Megarezky dan Boston Pharmaceutical Industries, terkait Tridharma perguruan tinggi.

Turut hadir pada kegiatan tersebut yakni, Rektor Universitas Megarezky, para Wakil Rektor Unimerz, Dekan Fakultas Farmasi, para Wakil Dekan Fakultas Farmasi, para Dosen lingkup Fakultas Farmasi dan seluruh mahasiswa Fakultas Farmasi.
Dalam sambutannya, Rektor Universitas Megarezky; Prof. Dr. H. Anwar Ramli, SE., M.Si berharap agar seluruh mahasiswa yang menjadi peserta pada Expert Lecture tersebut bisa fokus sehingga bisa memahami apa saja materi yang akan disampaikan oleh pemateri.
“Anak-anakku sekalian, momentum seperti ini kadang tidak terulang, jadi saya memohon anak-anakku semua untuk fokus mendengarkan, memahami materi yang akan disampaikan oleh pemateri kita. Tentu tidak ada ruginya, ini malah akan menambah wawasan anak-anakku semua khususnya dalam dunia kefarmasian,” harapnya.

Sementara itu, dalam pemaparannya, Mr. Mahmoud Gamal Ramadan menjelaskan beberapa hal terkait transformasi digital pada industri farmasi.
“Transformasi digital ini pada dasarnya industri farmasi terus berkembang secara signifikan, jangkauannya dari penyedia obat, tentunya saat ini sudah menjadi penyedia layanan klinis, pendidikan pasien hingga perawatan farmasi,” ungkapnya.
Tak hanya itu saja, Mr. Mahmoud Gamal juga menyebutkan adanya 3 point penting yakni transformasi digital, teknologi kunci dan peran apoteker dalam digitalisasi.
“Ada tiga poin penting yang harus digaris bawahi yakni pertama, transformasi digital, dalam hal ini merevolusi industri, mengintegrasikan teknologi digital ke dalam berbagai proses farmasi. Kedua, Teknologi Kunci yakni Al dan ML (Digunakan untuk analitik prekliktif dan pengobatan yang dipersonalisasi, dan Blockchain (Meningkatkan Transparansi dan Ketertelusuran) serta IoT (Pemantauan proses manufaktur secara real-time),” jelasnya.
“Kemudian yang ketiga, peran apoteker dalam digitalisasi. Ada tiga hal di dalamnya yakni Manajemen data, bagaimana mengelola dan menganalisis kumpulan data besar. Lalu, Keamanan siber, bagaimana memastikan keamanan dan privasi data, dan Pembelajaran berkelanjutan, yang dimana diperbarui dengan alat dan teknologi digital terbaru,” kuncinya.




