Fakultas Teknologi Kesehatan (Fatelkes) Universitas Megarezky (Unimerz) menyelenggarakan kuliah pakar dengan mengusung tema ‘Labkesmas Goes to Campus Menyiapkan ATLM yang Kompeten untuk Eliminasi TBC 2030’, di Megarezky Hall, Lantai 5 Universitas Megarezky, pada Senin (18/3/2024).
Adapun program studi yang terlibat dalam kuliah pakar tersebut yakni program studi D-IV Teknologi Laboratorium Medis (TLM), D-III TLM, S1 Sains Biomedis dan S1 Bioinformatika.
Diketahui, kegiatan ini bertujuan untuk melakukan kuliah pakar semester genap T.A. 2023/2024 untuk menambah informasi dan wawasan terkait Eliminasi TB khususnya bagi mahasiswa TLM.
Turut hadir pada kuliah pakar kali ini yakni, Dekan Fakultas Teknologi Kesehatan; Prof. Dr. dra. Apt. Hj. Asnah Marzuki, M.Si, Ketua prodi D-IV TLM; Dr. Nirmawati Angria, S.Si., M.Kes, Ketua prodi D3 TLM; Resi Agestia Waji, S.Si., M.Si, Dosen Prodi D4 TLM, D3 TLM, S1 Biomedis, S1 Bioinformatika, Narasumber dari BBLABKESMAS; dr. Yoeke Dewi Rasita, Sp.MK.,Med.Klinik dan Tim BBLABKESMAS kota Makassar.
Dalam pemaparannya, dr. Yoeke Dewi Rasita, Sp.MK.,Med.Klinik mengungkapkan, bahwa berdasarkan SDG, Indonesia bebas TB tahun 2030. Dengan demikian kata dia, Kementerian Kesehatan pun mengeluarkan aturan bahwa TB harus dikendalikan, menuju TB.
“Saat ini Prevalensi TB didunia 10.6 jt dimana Indonesia menduduki urutan terbanyak ke 2 penderita TB di dunia berdasarkan Global TB Report tahun 2022. Alur penegakan diagnosa TB dibagi menjadi pasien TB baru dan pasien dengan riwayat pengobatan. Pasien terduga dilakukan pemeriksaan klinis dan pemeriksaan mikroskopik BTA atau Tes cepat molekuler (TCM). TCM ini dapat mengindentifikasi pasien positif TB dengan MDR, SO dan RO dan lain-lain,” jelasnya.
“Eliminasi TB masuk ke dalam kurikulum pembelajaran TLM. Dalam menegakkan diagnosa suatu penyakit maka perlu diperhatikan tahap pra analitik, analitik dan post analitik. Tahap kesalahan paling besar ada di tahap pranalitik bisa mencapai 60 %,” imbuhnya.
Sementara itu, Dr. Nirmawati Angria, S.Si., M.Kes selaku Kaprodi D-IV TLM Unimerz berharap, kuliah pakar tersebut bisa bermanfaat bagi dosen dan mahasiswa untuk bisa lebih memahami besarnya peranan sebagai ATLM di laboratorium.
“Kegiatan kuliah pakar ini sangat bermanfaat baik untuk dosen dan mahsiswa agar lebih memahami besarnya peranan kita sebagai seorang ATLM dilaboratorium dalam membantu penegakan diagnosa penyakit TB. Membantu pemerintah dalam penanggulangan penyakit TB untuk eliminasi TB tahun 2030 yang tidak lama lagi,” harapnya.




