Mahasiswi Program Studi (Prodi) S1 Keperawatan Fakultas Keperawatan dan Kebidanan (FKK) Universitas Megarezky (Unimerz), Mey Cornelia Rafyo Kulalean berhasil lolos seleksi sebagai peserta Online Global Health Program in Nursing 2022, yang diselenggarakan oleh Yokohama City University dan Universitas Hasanuddin (Unhas).
Ia merupakan satu-satunya mahasiswi Universitas Megarezky yang lolos untuk bisa saling berdiskusi dan bertukar pikiran dengan mahasiswa dari kampus Yokohama City University.
Saat dikonfirmasi oleh Insan Pers Unimerz, Mey Cornelia Rafyo Kulalean menuturkan bahwa, saat ia mengetahui pengumuman hasil seleksi, dirinya mengaku senang, tetapi juga sedih. Hal itu disebabkan karena ia hanya sendiri dari kampus di luar Unhas, sedangkan rekan-rekannya yang juga ikut seleksi tidak ada yang lolos.
“Saya sangat merasa senang, karena akhirnya saya terpilih dan lolos untuk ikut program pertukaran pelajar dengan Mahasiswa dari Jepang. Tetapi di sisi lain saya sedih, karena saya hanya sendiri dan tidak ada teman-temanku yang lolos. Jadi saya ini satu-satunya mahasiswa di luar kampus Unhas yang ikut program ini,” ujar Mey, Rabu (28/9/2022).
“Sebelumnya kami dari Unimerz itu ada 8 orang yang ikut seleksi, dan semuanya adalah mahasiswa Prodi Keperawatan. Kami semua ikut seleksi dan diwawancarai langsung oleh dosen-dosen Ners dari pihak penyelenggara. Dan setelah beberapa minggu, hasil seleksi keluar dan saya dinyatakan lolos. Semua yang lolos adalah mahasiswa Unhas, kecuali saya,” imbuhnya.
Tak hanya itu saja, Mahasiswi Keperawatan itu juga sedikit menjelaskan terkait apa-apa saja yang ia lakukan bersama Mahasiswa dari Jepang selama program itu berlangsung.
“This is a student exchange program between Indonesia and Japan. Jadi kegiatan ini lebih tepatnya itu adalah program pertukaran pelajar. Di mana kita mahasiswa Indonesia dan mahasiswa Jepang itu saling memperkenalkan dunia kita dalam bidang kesehatan. Jadi kita saling memperkenalkan dunia kesehatan di negara masing-masing, misalnya kami membagikan cara kita di Indonesia dalam menanggulangi covid-19. Selain itu, kami juga memberitahukan kepada mereka terkait cara-cara kita di Indonesia dalam menyelenggarakan perkuliahan selama pandemi,” jelasnya.
“Dalam program ini kita dibagi menjadi beberapa kelompok untuk saling bertukar pikiran dan berdiskusi dengan mahasiswa Jepang melalui via zoom. Kemaren, beberapa mahasiswa Jepang juga sempat bertanya kepada kami, terkait tingkatan kasus yang paling tertinggi di Indonesia. Selain itu, mereka juga bertanya, bagaimana proses-proses kita saat melakukan praktek di rumah sakit. Jadi intinya kami saling diskusi untuk bisa mengenal dunia kesehatan dari dua negara yakni jepang dan indonesia,” tutup Mey Cornelia Rafyo Kulalean.
Sebagai informasi, program kegiatan tersebut berlangsung selama dua hari yakni 14-15 September 2022, melalui via zoom.



