Program studi D4 Teknologi Laboratorium Medis (TLM) Fakultas Teknologi Kesehatan (Fatelkes) Universitas Megarezky (Unimerz) menyelenggarakan kegiatan pembekalan Praktek Kerja Lapangan, di Megarezky University Hall, pada Senin (22/7/2024).
Adapun tujuan diselenggarakannya kegiatan ini karena merupakan salah mata kuliah wajib dan merupakan mata kuliah keunggulan prodi D4 TLM yaitu PKL yang bertujuan untuk meningkatkan skill laboratorium di bidang diagnostik molekuler, sebagaimana visi darı prodi D4 TLM yakni menghasilkan lulusan sarjana terapan yang unggul dibidang pemeriksaan biologi molekuler yang berdaya Saing.
Turut hadir pada kegiatan tersebut yakni Ketua prodi D4 TLM; Dr. Nirmawati Angria, S.Si., M.Kes, Sekretaris Prodi d4 TLM; Ka’bah, S.Si., M.Kes, Kepala laboratorium Hasanuddin University Medical Research Centre (HUM-RC) FK Universitas Hasanuddin; dr. Rusdina, Ph.D dan Tim Dosen Prodi D4 TLM, staf prodi D4 TLM, dan Peserta/mahsiswa angkatan 2021 dan RPL angkatan 2023 Prodi D4 TLM Unimerz.
Sambutan Ketua Prodi D4 TLM mengatakan bahwa Kegiatan ini adalah kegiatan rutin setiap tahunnya untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan Laboratorium mahasiswa yang berbasis molekuler.
“Kegiatan ini adalah kegiatan pendukung ketercapaian profil pembelajaran dan profil lulusan D4 TLM. Dimana mahasiswa Akan diajarkan teknik teknik dasar dan teknik advance molekuler (PCR) maupun ELISA dalam diagnosis penyakit infeksi maupun non infeksi sepeti penyakit metabolik dan keganasan,” ungkapnya.
Sedangkan tim pemateri dari HUM-RC juga menegaskan bahwa materi yang dısajikan sesuai Dengan kurikulum yang ada di prodi D4 TLM dan sesuai perkembangan ilmu dan teknologi saat ini. Mahasiswa pada dasarnya sudah mendapatkan basic ilmu Dari bangku perkuliahan dan HUM – RC akan mengasah dan meningkatkan kemampuan tersebut di lapangan.
“Kami berharap bahwa mahasiswa yang akan berpraktek bisa memanfaatkan waktunya sebaik mungkin dengan belajar dan hands on di tempat praktek yaitu HUM-RC. Apa yang menjadi tujuan dari kegiatan PKL tercapai yaitu peningakatan skill lab dibidang biomolekuler sehingga nantinya dapat diaplikasikan di masyarakat guna membantu percepatan diagnosa penyakit,” harap Dr. Nirmawati Angria, S.Si., M.Kes.




