BERITA

Tantangan dan Peluang Era Baru: Perjalanan dari Genetika Klasik hingga Bioinformatika

Apr 27, 2024 | Opini

Tantangan dan Peluang Era Baru: Perjalanan dari Genetika Klasik hingga Bioinformatika

Apr 27, 2024 | Opini

Ilmu Genetika dikenal luas terutama beriringan dengan nama Johann Gregor Mendel, Bapak genetika. Beliau menyilangkan kacang ercis untuk memahami bagaimana sifat-sifat diwariskan. Pak mendel pun menelurkan suatu gagasan yang saat ini kita kenal dengan Genetika klasik. Ilmu genetika klasik menerangkan tentang logika paling dasar dari pewarisan sifat, dimana suatu individu menerima agen-agen pewarisan sifat (gen), dari kedua orangtua dengan proporsi yang sama namun pengaruh yang berbeda terhadap individu tersebut. Ilmu genetika tergolong ilmu yang masih baru sejak kemunculannya di tahun 1900an.

Pada tubuh manusia sendiri, dalam pewarisan sifat, gen-gen memiliki pengaturan yang beragam dan cukup kompleks. Namun, tetap dapat dijelaskan dengan kemajuan ilmu pengetahuan saat ini yang sedang dan masih akan terus berkembang. Sebut saja ilmu Molekuler, yang di dalamnya menjelaskan tentang perubahan-perubahan aktivitas molekul dan metabolisme dalam tubuh. Ilmu molekuler ini memiliki keterkaitan yang erat dengan ilmu genetika. Keterkaitan keduanya kemudian menjadi andil dalam perkembangan terapi pengobatan baik dalam mengenali sasaran obat, pengembangan vaksin, maupun mengenali asal muasal suatu penyakit/ kelainan genetik berbahaya (termasuk kanker).

Studi biologi molekular dimulai sekitar tahun 1929 sejak Phoebus Levene mengidentifikasi empat basa nukleat dan gugus fosfat pada struktur DNA. Lalu berlanjut kemudian ketika George Beadle dan Edward Tatum mendemonstrasikan secara tepat hubungan antara gen dan protein. Sejak 2000an, studi tentang fungsi gen dan genetika molekuler menjadi bidang biologi yang paling pesat perkembangannya. Hampir seluruh aspek dalam ilmu hayati mengarah pada biologi molekuler untuk menjawab berbagai pertanyaan yang muncul, terutama dalam bidang kesehatan. Bagaimana suatu obat mempengaruhi suatu penyakit? Mengapa satu jenis obat tidak lagi efektif untuk infeksi tertentu? Mengapa seseorang tidak cocok untuk produk tertentu? Semua dapat dijawab dengan perkembangan biologi molekuler, yang juga mendukung dihasilkannya data-data biologis baru. Dengan banyaknya data yang dihasilkan, secara cepat biologi molekuler dan biokimia menghasilkan kumpulan data raksasa atau biasa disebut big data. Data-data tersebut harus dapat diolah dengan metode tertentu, terutama dengan turut berkembangnya bidang digital dan teknologi informasi.

Saat ini, sebuah bidang baru telah muncul didukung era percepatan teknologi informasi. Big data yang dihasilkan dari penelitian biologi molekuler pun diketahui dapat menyingkap berbagai rahasia dibalik molekul-molekul gen, bukan hanya dari penelitian yang telah dilakukan, namun juga menyangkut berbagai hal yang belum terungkap. Rahasia besar yang masih tersembunyi tersebut cepat atau lambat dapat diungkap oleh bidang ilmu Bioinformatika melalui simulasi komputer dengan data-data biokimiawi DNA, RNA, maupun protein sebagai bahannya. Masa itu sedang datang, kita harus bergerak lebih cepat.

Universitas Megarezky, sebagai salah satu Universitas terkemuka di Indonesia timur, kini membuka program studi yang futuristik ini. Silahkan kunjungi laman S1 Bioinformatika.

Penulis: Ummu Syauqah Al Musyahadah, M.Sc.

BAGIKAN ARTIKEL INI

BERITA TERKAIT