BERITA

Prodi Pendidikan Jasmani FKIP UNIMERZ Edukasi Permainan Tradisional untuk Pengembangan Motorik Siswa

Jan 12, 2026 | Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Berita Universitas

Prodi Pendidikan Jasmani FKIP UNIMERZ Edukasi Permainan Tradisional untuk Pengembangan Motorik Siswa

Jan 12, 2026 | Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Berita Universitas

Program Studi Pendidikan Jasmani (Penjas), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Megarezky (UNIMERZ) terus berkomitmen mendukung pengembangan pendidikan berbasis kearifan lokal melalui pemanfaatan permainan tradisional sebagai sarana edukatif. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan edukasi bertema “Pentingnya Permainan Tradisional dalam Meningkatkan Perkembangan Motorik Anak” yang dilaksanakan di SMA Negeri 8 Gowa, tepatnya di kelas XI 5, pada 12 Januari 2026.

Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi pembelajaran kontekstual yang mengintegrasikan teori dan praktik dalam mata kuliah Pendidikan Jasmani. Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh dosen pengampu mata kuliah Belajar Motorik, Wahyu Munandar, M.Or., serta melibatkan mahasiswa Program Studi Pendidikan Jasmani angkatan 2024 kelas D sebagai pelaksana kegiatan di lapangan.

Melalui penugasan mata kuliah, mahasiswa diberikan tanggung jawab untuk merancang dan melaksanakan kegiatan edukasi kepada peserta didik mengenai manfaat permainan tradisional sebagai media pengembangan motorik, peningkatan kebugaran jasmani, serta pembentukan karakter. Pendekatan ini tidak hanya memperkaya pengalaman belajar mahasiswa, tetapi juga memberikan dampak langsung bagi lingkungan sekolah.

Guru mata pelajaran yang mengajar saat kegiatan berlangsung, Rahmadhani, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan ini merupakan luaran akademik yang aplikatif dan relevan dengan kebutuhan peserta didik. Ia menilai bahwa kegiatan ini memberi ruang bagi mahasiswa untuk berkreasi, berinovasi, serta menumbuhkan rasa percaya diri dalam menyampaikan materi dan berinteraksi langsung di depan kelas.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa Prodi Pendidikan Jasmani menekankan bahwa permainan tradisional tidak hanya berfungsi sebagai aktivitas rekreatif, tetapi juga memiliki nilai edukatif yang tinggi. Yudawati, selaku wali kelas XI 5, menegaskan bahwa berbagai jenis permainan tradisional mampu merangsang perkembangan motorik kasar dan halus melalui gerak lokomotor, non-lokomotor, dan manipulatif. Aktivitas tersebut berkontribusi signifikan dalam meningkatkan kebugaran jasmani, daya tahan tubuh, serta koordinasi gerak peserta didik secara menyeluruh.

Selain aspek fisik, edukasi yang diberikan juga menyoroti manfaat psikologis dari permainan tradisional. Melalui aktivitas bermain yang menyenangkan dan kompetitif secara sehat, peserta didik dilatih untuk meningkatkan fokus, mengelola emosi, serta mengurangi tingkat stres akibat tekanan akademik dan penggunaan gawai yang berlebihan. Permainan tradisional menjadi alternatif aktivitas fisik yang efektif dalam menciptakan suasana belajar yang lebih aktif, rileks, dan bermakna. Beberapa permainan tradisional yang diperkenalkan antara lain asing-asing, dende-dende, boy-boy, engrang, dan bakiak.

Salah satu mahasiswa pelaksana kegiatan, yang akrab disapa Restu, menambahkan bahwa permainan tradisional juga terbukti efektif dalam mengembangkan nilai-nilai sosial dan karakter. Melalui kegiatan ini, peserta didik dilatih untuk membangun kerja sama tim, mengasah jiwa kepemimpinan, serta meningkatkan rasa percaya diri melalui keterlibatan aktif dalam permainan. Interaksi sosial yang terbangun selama kegiatan turut menumbuhkan sikap sportivitas, komunikasi yang baik, dan rasa tanggung jawab.

Melalui kegiatan ini, Program Studi Pendidikan Jasmani FKIP Universitas Megarezky berharap permainan tradisional dapat kembali dikenal dan dimanfaatkan sebagai media pembelajaran yang holistik dalam mendukung perkembangan fisik, mental, dan sosial peserta didik di lingkungan sekolah.

BAGIKAN ARTIKEL INI

BERITA TERKAIT