BERITA

Mahasiswa Prodi Pendidikan Sosiologi UNIMERZ Observasi Lapangan Pariwisata di Tanah Toraja

Mei 25, 2025 | Berita Universitas

Mahasiswa Prodi Pendidikan Sosiologi UNIMERZ Observasi Lapangan Pariwisata di Tanah Toraja

Mei 25, 2025 | Berita Universitas

Mahasiswa Program Studi Pendidikan Sosiologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Megarezky (Unimerz) melaksanakan kegiatan observasi lapangan mata kuliah Sosiologi Pariwisata di Tanah Toraja pada 23–25 Mei 2025.

Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa semester VI dan didampingi langsung oleh dosen pengampu mata kuliah, Sriwahyuni, S.Sos., M.Pd.

Observasi ini bertujuan memperkuat pemahaman teoritis mahasiswa dengan mengamati langsung fenomena sosial dan budaya yang berkembang di kawasan wisata. Lokasi utama observasi meliputi dua destinasi unggulan, yakni situs pemakaman tebing di Londa, Kecamatan Kesu, Kabupaten Tanah Toraja, dan kawasan budaya Kete Kesu di Kecamatan Kesu, Kabupaten Toraja Utara.

Mahasiswa diajak mengkaji dinamika sosial di wilayah wisata dengan menggunakan berbagai pendekatan teori sosiologi seperti interaksionisme simbolik, strukturalisme, konstruksi sosial, dan fungsionalisme struktural. Kehadiran mahasiswa di lapangan menjadi momentum untuk mendalami interaksi antara wisatawan—baik domestik maupun mancanegara—dengan masyarakat lokal.

“Melalui observasi ini, mahasiswa dapat menganalisis bagaimana pariwisata mempengaruhi struktur sosial, budaya, serta cara pandang masyarakat terhadap identitas lokal mereka,” ujar Sriwahyuni.

Selama kegiatan, mahasiswa mencatat berbagai bentuk komunikasi sosial, seperti penggunaan simbol dan bahasa tubuh dalam interaksi lintas budaya. Mereka juga melakukan wawancara dengan masyarakat sekitar mengenai dampak pariwisata. Warga menyatakan bahwa meski pariwisata meningkatkan pendapatan, namun turut membawa tantangan dalam menjaga keaslian budaya Toraja.

Tak hanya itu, mahasiswa turut meneliti perubahan struktur pekerjaan masyarakat akibat perkembangan sektor pariwisata. Pergeseran profesi dari pertanian ke bidang jasa seperti pemandu wisata, pengrajin suvenir, dan pengelola homestay menjadi bukti transformasi sosial yang dikaji dalam pendekatan budaya Raymond Williams.

Salah satu fokus observasi adalah peran komunitas lokal dalam mengelola destinasi wisata. Di Kete Kesu, misalnya, telah terbentuk kelompok sadar wisata yang berperan aktif dalam pengaturan kunjungan dan pelestarian situs budaya, sejalan dengan teori fungsionalisme struktural Talcott Parsons mengenai fungsi institusi sosial.

Kegiatan diakhiri dengan sesi diskusi reflektif, di mana mahasiswa mempresentasikan hasil observasi dan menyampaikan rekomendasi terkait pengembangan pariwisata berbasis masyarakat serta pelestarian budaya lokal.

Dengan kegiatan ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya memahami konsep sosiologi secara teoritis, tetapi juga mampu mengaplikasikannya secara kritis dalam konteks nyata. Observasi lapangan ini menjadi bagian penting dalam membekali mereka dengan keterampilan analisis sosial yang mendalam dan relevan dengan dinamika masyarakat saat ini.

BAGIKAN ARTIKEL INI

BERITA TERKAIT