BERITA

Fakultas Farmasi Gelar Yudisium dan Ramah Tamah Program Profesi, Sarjana dan Diploma Angkatan XVII Tahun Akademik 2023/2024

Mei 7, 2024 | Berita Universitas

Fakultas Farmasi Gelar Yudisium dan Ramah Tamah Program Profesi, Sarjana dan Diploma Angkatan XVII Tahun Akademik 2023/2024

Mei 7, 2024 | Berita Universitas

Fakultas Farmasi Universitas Megarezky (Unimerz) menyelenggarakan kegiatan Yudisium dan Ramah Tamah Program Profesi, Sarjana dan Diploma Angkatan XVII periode Ganjil Tahun Akademik 2023/2024, di Megarezky Hall Lt. 5, pada Senin (6/5/2024).

Turut hadir pada kegiatan Yudisium tersebut, yakni para Wakil Rektor Universitas Megarezky, Dekan Fakultas Farmasi; Dr. Apt. Besse Yuliana, S.Farm, M.Si, serta para civitas akademika Fakultas Farmasi.

Dalam laporannya, Suhrah Febrina Karim, S.Farm., M.Farm selalu Ketua Panitia pelaksana menuturkan bahwa ada 75 mahasiswa yang akan diyudisium dan 9 diantaranya akan disumpah profesi sebagai vokasi kerfarmasian.

“Adapun jumlah yang akan diyudisium pada Fakultas Farmasi kali ini yakni berjumlah 75 mahasiswa, dengan rincian 9 orang dari prodi D3 Farmasi dan 65 mahasiswa dari prodi S1 Farmasi,” ungkapnya.

Salah seorang wisudawan dari Fakultas Farmasi, dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada para dosen atas ilmu pengetahuan yang telah diberikan kepada seluruh mahasiswa yang diyudisium pada hari ini.

“Kami sebagai mahasiswa Universitas Megarezky menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh bapak ibu dosen yang begitu banyak memberikan kami motivasi dan ilmu pengetahuan. Begitu banyak ilmu yang diberikan kepada kami, menjadi manusia yang sebenarnya,” ungkapnya.

“Ingat teman-teman, ini bukan akhir, tetapi ini adalah awal langkah kita untuk melangkah ke medan yang sesungguhnya. Seluruh lulusan Unimerz adalah petarung-petarung handal dan siap menjadi pionir-pioinr di seluruh penjuru dunia,” imbuhnya.

Sementara itu, dalam sambutannya, Rektor Universitas Megarezky yang diwakili oleh Wakil Rektor I mewakili Rektor Unimerz:; Dr. Apt. Jangga, S.Si., M.Si mengungkapkan adanya 3 resiko jika mahasiswa tidak selesai studi tepat waktu.

“Mahasiswa itu harus selesai tepat waktu, supaya mengurangi resiko. Paling tidak ada 3 resiko jika lambat selesai studi, yang pertama resiko sosial, maksudnya bagi yang mau cepat menikah, belum bisa diberikan izin menikah oleh orang tuanya. Kedua, resiko akademik dan yang ketiga resiko terhadap institusi. Tolak ukur pencapaian indikator pemeringkatan Institusi, mahasiswa selesai tepat waktu dalam menempuh pendidikan,” ungkapnya.

Di akhir sambutannya, ia berharap agar seluruh wisudawan bisa terus mengejar pendidikan setinggi-tingginya, dengan memaksimalkan potensi yang dimiliki.

“Harapan kita, jangan pernah berhenti sampai di sini saja. Masih banyak puncak pendidikan yang bisa dicapai, gapailah seluruh puncak pendidikan. Kalian semua pasti bisa mencapai seluruh titik puncak tersebut. Ketahuilah bahwa tidak akan ada orang yang bodoh apabila Memaksimalkan potensi yang dimiliki,” kuncinya.

BAGIKAN ARTIKEL INI

BERITA TERKAIT