Dosen Universitas Megarezky mengadakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang berlokasi di UPTD SD NEGERI 47 BARRU Bottoe, Tanete, Kecamatan Tanete Rilau, Kabupaten Barru Prov. Sulawesi Selatan (Sulsel).
PKM ini berlangsung mulai Juni sampai Desember 2023, dengan mengusung tema ‘Menanamkan Karakter Local Wisdom Melalui Digital Storytelling Untuk Meningkatkan Multiliterasi SD Barru’. Kegiatan tersebnut dirangkaikan dengan kegiatan Sosialisasi, Focus Group Discussion (FGD) dan pendampingan pada siswa/i kelas VI.
Pada saat Focus Group Discussion (FGD) berlangsung, Sudirman HS, S.Pd selaku Kepala Sekolah SDN 47 Barru memberikan apresiasi dan sangat mendukung kegiatan PKM dosen Prodi PGSD dan Prodi Pendidikan Bahasa Inggris dan mahasiswa.
Ketua Tim PKM, Bellona Mardhatillah Sabillah, S.Pd.,M.Pd, dan anggota Tim Sukmawati S. S., M. Pd, dan Sujarwo, S. Pd., M. Pd memaparkan bahwa kegiatan PKM ini bertujuan untuk peningkatan pemberdayaan dalam bentuk PKM menanamkan karakter local wisdom melalui digital storytelling siswa.
“Tim PKM memfokuskan storytelling berbasis digital dengan cara mendongengnya berupa pemanfaatan teknologi seperti berbasis multimedia sebagai salah satu sarana yang dapat membangkitkan kreatifitas anak-anak dalam bercerita. Karena mendongeng secara digital adalah memadukan video, audio, gambar, dan teks untuk menyampaikan cerita dan informasi,” ujar Hj.Hindun Mulawidjaya Oktoberlian, S.Pd.AUD selaku narasumber kegiatan.
Sementara itu, Narasumber kedua yakni Hj.Hindun Mulawidjaya Oktoberlian, S.Pd.AUD menuturkan, bahwa aspek digital memudahkan siswa non-pembaca atau yang tidak mengerti bahasa cerita untuk menambahkan suara ke cerita.
“Cara yang ampuh untuk menghubungkan pelajar ke semua bidang keaksaraan. Aspek digital memudahkan siswa non-pembaca atau yang tidak mengerti bahasa cerita untuk menambahkan suara ke cerita mereka. Mendongeng digital juga sangat serbaguna, dan ada banyak cara pendidik dapat menggunakan mendongeng digital di kelas mereka dalam berbagai mata pelajaran dan tingkat kelas,” paparnya.
Dengan demikian pada era digital ini harus ditunjang oleh media digital dalam bercerita agar siswa dan guru bisa mengikuti perkembangan zaman seperti penggunaan media pembelajaran berbasis digital seperti Sparkol Videoscribe, Canva, Wordwall, Powtoon dan media digital lainya. Maka di kenal istilah Digital Storytelling, karena kegiatan PKM ini berbantuan beberapa media berbasis teknologi. Sehingga peserta mudah mencerna, menarik, dan termotivasi mengikuti rangkaian kegiatan PKM. Jenis jenis Digital storytelling ini berupa dongeng berjudul Nenek Pakande, La Tongko Tongko, Si Penakluk Rajawali, La Upe dan Ibu Tiri, I Laurang Manusia Udang, Meong Palo Karellae, Batu Lapidde di Barru.
“Kami ucapkan terima kasih kepada Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) yang telah memberikan bantuan dana hibah pengabdian dalam kegiatan PKM, dan seluruh Civitas Akademik Universitas Megarezky yang telah mensupor/mendukung kegiatan ini dan semua pihak Sekolah SDN 47 Barru yang telah memberikan izin PKM dan dukungan teknis serta fasilitas demi kelancaran kegiatan kami bias terlaksana dengan baik dan lancar dengan melihat motivasi/antusias siswa/siswi sangat tinggi pada saat proses kegiatan PKM ini,” ungkapnya.



