Perjalanan pendidikan tidak mengenal batas usia. Pengalaman yang telah ditempuh menjadi bagian penting dalam membangun kompetensi dan membuka peluang baru di masa depan. Semangat tersebut tercermin dalam Ramah Tamah dan Penyerahan Ijazah Mahasiswa Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Angkatan I Program Studi S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Megarezky (Unimerz) yang digelar di Megarezky Hall Universitas Megarezky, Senin (21/9/2026).
Mengusung tema “Usia Bukan Batas, Pengalaman Menjadi Bukti, Kompetensi Mendekatkan Masa Depan”, kegiatan tersebut menjadi momentum apresiasi atas perjalanan akademik sekaligus penanda dimulainya fase baru bagi 70 mahasiswa RPL Angkatan I S1 PGSD Unimerz.
Kegiatan dihadiri Rektor Universitas Megarezky Prof. Dr. H. Anwar Ramli, S.E., M.Si., Wakil Rektor III Dr. Jalal, M.Si., Dekan FKIP Dr. Abdul Malik Iskandar, S.Ag., M.Si., Wakil Dekan I dan II, para Ketua Program Studi di lingkungan FKIP, Kepala Admisi Dr. Eka Sari Ridwan, SKM., M.Kes., jajaran dosen S1 PGSD, mahasiswa RPL beserta keluarga, serta tamu undangan.
Dalam laporannya, Ketua Program Studi S1 PGSD Unimerz Dr. Nurhadifah Amaliyah, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa program RPL merupakan bagian dari kerja sama Universitas Megarezky dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Menurutnya, pelaksanaan RPL memberikan ruang bagi peserta untuk memperoleh pengakuan atas pembelajaran, pengalaman, dan kompetensi yang telah dimiliki, kemudian melanjutkannya melalui proses pendidikan formal di perguruan tinggi.
Sebanyak 70 mahasiswa RPL Angkatan I mengikuti kegiatan ramah tamah dan penyerahan ijazah. Sebelumnya, mahasiswa dijadwalkan mengikuti prosesi wisuda pada Agustus 2026. Namun, karena adanya sejumlah hal dalam pelaksanaan, proses selanjutnya dikembalikan kepada Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) hingga akhirnya penyerahan ijazah dilaksanakan melalui kegiatan ramah tamah tersebut.

Apresiasi atas Perjuangan dan Pencapaian Mahasiswa RPL
Dekan FKIP Universitas Megarezky Dr. Abdul Malik Iskandar, S.Ag., M.Si., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh mahasiswa RPL yang telah menyelesaikan proses pendidikan.
Ia menekankan bahwa setiap pencapaian memiliki nilai penting dan layak untuk dirayakan. Penyerahan ijazah, menurutnya, bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk penghargaan atas proses panjang, perjuangan, pengalaman, dan komitmen mahasiswa dalam menyelesaikan pendidikan.
Mengutip pemikiran Ki Hadjar Dewantara, Dekan mengingatkan bahwa pendidikan memiliki peran penting dalam membentuk manusia yang mampu terus berkembang dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.
Suasana kegiatan pun berlangsung semakin hangat ketika Dekan menyampaikan candaan kepada para mahasiswa RPL yang hadir secara langsung. Ia menyebut para mahasiswa tampak lebih muda ketika hadir secara langsung dibandingkan saat mengikuti pembelajaran melalui layar secara daring.
Pada kesempatan tersebut, Dekan juga memberikan apresiasi kepada koordinator dan seluruh tim pengelola RPL atas kerja keras dalam menjalankan program. Pengelolaan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kepercayaan terhadap Program Studi S1 PGSD Unimerz sebagai penyelenggara program RPL Kementerian yang kini telah memasuki angkatan ketiga.

Rektor Tegaskan Peran Guru di Tengah Era Digital
Sementara itu, Rektor Universitas Megarezky Prof. Dr. H. Anwar Ramli, S.E., M.Si., menyoroti tantangan dunia pendidikan di tengah perkembangan teknologi dan transformasi digital.
Rektor menegaskan bahwa perkembangan teknologi informasi tidak menghilangkan peran strategis guru dalam proses pendidikan. Menurutnya, pendidikan tidak hanya berorientasi pada kemampuan kognitif, tetapi juga mencakup pembentukan sikap dan keterampilan peserta didik.
“Mengajar bukan semata-mata tentang menanamkan aspek kognitif, tetapi juga mengajarkan aspek afektif dan psikomotorik. Oleh karena itu, profesi guru tidak dapat tergantikan,” tegas Rektor.
Pernyataan tersebut menjadi pengingat bahwa di tengah kemajuan teknologi, guru tetap memiliki posisi penting dalam membangun karakter, membimbing peserta didik, serta menciptakan proses pembelajaran yang menyentuh berbagai aspek perkembangan manusia.
Lebih lanjut, Prof. Anwar Ramli mengingatkan para alumni untuk tidak berhenti mengembangkan diri setelah memperoleh ijazah. Pendidikan, menurutnya, merupakan proses berkelanjutan yang dapat menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas kehidupan, baik dari aspek kompetensi, kesehatan, maupun kesejahteraan ekonomi.
Rektor juga mendorong para alumni Universitas Megarezky untuk mempertimbangkan keberlanjutan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi sebagai bagian dari pengembangan kapasitas dan profesionalisme.
“Pendidikan berkelanjutan bukan hanya bagian dari peningkatan kompetensi, tetapi juga dapat menjadi jalan untuk meningkatkan derajat dan kesejahteraan diri serta keluarga,” ujarnya.

Menatap Langkah Baru dengan Kompetensi dan Pengalaman
Rangkaian kegiatan Ramah Tamah dan Penyerahan Ijazah berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan. Penampilan tari dari organisasi kemahasiswaan KATTE turut memeriahkan kegiatan dan memberikan warna tersendiri dalam momentum tersebut.
Bagi 70 alumni RPL Angkatan I S1 PGSD Unimerz, penyerahan ijazah menjadi lebih dari sekadar penanda berakhirnya proses akademik. Momentum tersebut menjadi refleksi atas perjalanan yang telah dilalui sekaligus awal untuk mengimplementasikan ilmu, pengalaman, dan kompetensi dalam kehidupan profesional.
Semangat “Usia Bukan Batas, Pengalaman Menjadi Bukti, Kompetensi Mendekatkan Masa Depan” menjadi pesan utama yang mengiringi langkah para alumni untuk terus belajar, berkembang, dan memberikan kontribusi nyata bagi dunia pendidikan dan masyarakat.
Melalui lulusan RPL, Universitas Megarezky turut menegaskan komitmennya dalam memberikan ruang bagi masyarakat untuk melanjutkan pendidikan dengan menjadikan pengalaman dan kompetensi sebagai bagian dari perjalanan akademik menuju masa depan yang lebih baik.



