NEWS

Dosen Pascasarjana UNIMERZ Kolaborasi dengan UMI pada PKM PDB Desa Sehat Sentra Edukasi Kesehatan Ibu dan Anak Berbasis Virtual Reality

Aug 27, 2024 | University News, Community service, Graduate program

Dosen Pascasarjana UNIMERZ Kolaborasi dengan UMI pada PKM PDB Desa Sehat Sentra Edukasi Kesehatan Ibu dan Anak Berbasis Virtual Reality

Aug 27, 2024 | University News, Community service, Graduate program

Dalam rangka meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat desa, tim Pengabdian Kepada Masyarakat yang berkolaborasi antara Dosen Program Pascasarjana Universitas Megarezky Dr. Rika Handayani, SKM.,M.Kes (Anggota Tim) dan Dosen Pascasarjana UMI Prof. Dr. Yusriani, SKM, M.Kes (Ketua Tim), Dr. dr. H. Muhammad Khidri Alwi, M.Kes (Anggota Tim) dan Dr. Ir. Ida Rosada, M.Si (Anggota Tim) melaksanakan Program Pemberdayaan di Desa Pucak, pada Sabtu (24/8/2024).

Program ini mengembangkan Desa Sehat sebagai sentra edukasi kesehatan ibu dan anak, yang memanfaatkan integrasi sistem teknologi virtual reality (VR) dan diversifikasi produk olahan daun kelor.

Program ini merupakan salah satu upaya nyata untuk mewujudkan desa yang mandiri dan berdaya saing melalui pendekatan inovatif. Dalam program ini, teknologi VR digunakan sebagai sarana edukasi yang interaktif dan mendalam, memungkinkan ibu dan anak untuk belajar tentang kesehatan dengan cara yang lebih menarik dan efektif.

Materi yang disajikan mencakup kesehatan ibu hamil, kesehatan ibu bersalin, manfaat daun kelor bagi ibu menyusui, kesehatan ibu nifas, pemanfaatan olahan daun kelor serta nutrisi anak yang disimulasikan secara visual dan realistis.

Tim Pengabdi Dosen PPs Unimerz berkolaborasi dengan Dosen Universitas Muslim Indonesia tingkatkan kapasitas Kelompok Kader Kesehatan dan Kelompok Karang Taruna Bukit Kemuning untuk menjadikan Desa Pucak, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros sebagai desa sehat sentra edukasi kesehatan ibu dan anak berbasis integrasi sistem teknologi virtual reality dan diversifikasi produk olahan daun kelor melalui kegiatan pemberdayaan desa binaan (PDB).

Kegiatan Pemberdayaan Desa Binaan (PDB)  ini dilakukan oleh Tim Pengabdi yang terdiri dari Prof. Dr. Yusriani, SKM., M.Kes, (Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat), Dr.Rika Handayani, SKM.,M.Kes (Dosen PPs Unimerz), Dr. dr. H. Muh. Khidri Alwi, M.Kes (Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat), Dr. Ir. Ida Rosada, M.Si (Dosen Fakultas Pertanian), serta berkolaborasi dengan alumni dan mahasiswa dari Program Magister Kesehatan Reproduksi Unimerz dan Sarjana Kesehatan Masyarakat, Mahasiswa Magister Kesehatan Masyarakat dan mahasiswa Sarjana Ilmu Komputer Universitas Muslim Indonesia yang bermitra dengan Kelompok Kader Kesehatan dan Kelompok Karang Taruna Bukit Kemuning Desa Pucak yang diketuai oleh Ibu Saharia selaku kader dan Bapak Fathurrahman selaku ketua kelompok Karang Taruna Bukit Kemuning Desa Pucak.

Tim Pengabdi bersama Mahasiswa Program Studi Magister Kesehatan Reproduksi Unimerz menyelenggarakan kegiatan sosialisasi dan pelatihan meningkatkan kesehatan ibu dan anak melalui edukasi dan pembuatan olahan makanan berbasis daun kelor di Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.

Menurut Dr.Rika Handayani, SKM.,M.Kes selaku Anggota Tim Pengabdi, kegiatan PDB ini mendapatkan Bantuan Pendanaan tahun kedua untuk skema pengabdian kepada masyarakat multitahun dari Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian Masyarakat. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, Teknologi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Tahun 2024 dan telah disosialisasikan kepada pemerintah serta masyarakat Kelompok Kader Kesehatan dan Kelompok Karang Taruna Bukit Kemuning untuk menjadikan Desa Pucak, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros sebagai desa sehat sentra edukasi keseahtan ibu dan anak.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya asupan gizi yang seimbang dalam mencegah stunting, terutama di kalangan anak-anak. Stunting, yang merupakan kondisi gagal tumbuh akibat kekurangan gizi kronis, masih menjadi masalah kesehatan serius di berbagai daerah di Indonesia, termasuk Sulawesi Selatan.

 

SHARE THIS ARTICLE

RELATED NEWS