Persatuan Mahasiswa Pendidikan Sosiologi (PMPS) Universitas Megarezky (UNIMERZ) sukses menyelenggarakan kegiatan launching dan bedah buku berjudul Sosiologi Cinta: Antara Makna, Struktur, dan Transformasi Intimasi Modern karya Dr. Abdul Malik Iskandar, S.Ag., M.Si. Kegiatan ilmiah tersebut dilaksanakan di Dapoer Saoraja Café, Antang, Kota Makassar, pada Jumat, 12 Juni 2026, dan dihadiri oleh dosen, mahasiswa, serta tamu undangan dari berbagai program studi di lingkungan Universitas Megarezky.
Acara ini menghadirkan dua pembedah, yaitu Dr. Rahmat Muhammad, M.Si. dan Prof. Dr. Nurlina Subair, yang mengulas isi buku dari perspektif akademik dan sosiologis. Jalannya diskusi dipandu oleh Dr. Sriwahyuni, S.Sos., M.Pd. sebagai moderator, sehingga suasana diskusi berlangsung interaktif dan penuh antusiasme.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Rektor III Universitas Megarezky, Dr. Jalal, M.Pd., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan launching dan bedah buku yang diinisiasi oleh PMPS. Menurutnya, kegiatan seperti ini merupakan bentuk nyata penguatan budaya akademik dan literasi ilmiah di lingkungan perguruan tinggi.
Ia juga menilai bahwa buku Sosiologi Cinta menghadirkan perspektif yang menarik dalam melihat fenomena cinta sebagai bagian dari realitas sosial yang dipengaruhi oleh berbagai aspek kehidupan masyarakat. Kehadiran buku tersebut diharapkan dapat memperkaya referensi keilmuan sekaligus mendorong dosen dan mahasiswa untuk terus menghasilkan karya-karya akademik yang inovatif dan bermanfaat.
Dalam pemaparannya, Prof. Dr. Nurlina Subair menyoroti bagaimana Sosiologi Cinta mengkaji konsep keabadian cinta sebagai sebuah konstruksi sosial yang hidup dalam memori kolektif masyarakat. Beliau mencontohkan kisah Shah Jahan dan Mumtaz Mahal yang diwujudkan melalui pembangunan Taj Mahal sebagai simbol cinta yang melampaui batas ruang dan waktu.
Dari perspektif sosiologi, keabadian cinta tidak hanya dimaknai sebagai ikatan emosional antara dua individu, tetapi juga sebagai hasil dari proses sosial dan budaya yang terus direproduksi melalui narasi sejarah, simbol, dan warisan budaya. Dengan demikian, makna cinta tetap hidup dalam kesadaran masyarakat lintas generasi.
Sementara itu, Dr. Rahmat Muhammad, M.Si. memberikan catatan kritis terhadap buku tersebut dengan mengemukakan bahwa kajian mengenai sosiologi cinta akan menjadi lebih komprehensif apabila turut memasukkan perspektif cinta dari tradisi dan pemikiran Timur. Menurutnya, konsep cinta dalam masyarakat Timur memiliki karakteristik yang berbeda dengan tradisi Barat karena lebih menekankan nilai-nilai kolektivitas, spiritualitas, kekeluargaan, dan harmoni sosial.
Penambahan perspektif tersebut dinilai dapat memperkaya analisis sosiologis mengenai cinta sebagai fenomena sosial yang tidak hanya dibentuk oleh modernitas, tetapi juga oleh nilai-nilai budaya lokal dan kearifan yang berkembang dalam masyarakat Timur.
Dalam sesi bedah buku, para pembedah mengapresiasi gagasan penulis yang mengangkat cinta sebagai objek kajian sosiologi. Buku ini menjelaskan bahwa cinta bukan hanya persoalan hubungan antara dua individu, tetapi juga merupakan fenomena sosial yang dipengaruhi oleh budaya, agama, struktur sosial, kelas sosial, media, hingga perkembangan teknologi yang membentuk cara manusia memaknai hubungan dan keintiman.
Selain itu, buku ini dinilai mampu menghubungkan teori-teori sosiologi dengan realitas kehidupan masyarakat modern. Penyajian materi yang sistematis dan kontekstual menjadikan buku ini layak dijadikan referensi bagi mahasiswa, akademisi, maupun masyarakat umum yang ingin memahami dinamika hubungan sosial dari sudut pandang sosiologi.
Sesi diskusi berlangsung dengan antusias melalui berbagai pertanyaan dan tanggapan dari peserta mengenai perubahan makna cinta di era digital, pengaruh media sosial terhadap hubungan interpersonal, serta tantangan dalam membangun relasi di tengah perubahan sosial yang semakin cepat.
Melalui kegiatan launching dan bedah buku ini, PMPS Universitas Megarezky kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun tradisi akademik, memperkuat budaya literasi, serta menghadirkan ruang diskusi ilmiah yang mendorong lahirnya pemikiran-pemikiran kritis di kalangan mahasiswa.
Kegiatan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi sivitas akademika untuk terus mengembangkan budaya membaca, menulis, dan berdiskusi ilmiah sebagai bagian dari kontribusi nyata dalam pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya di bidang sosiologi.



