NEWS

Prodi S1 Keperawatan dan Profesi Ners Universitas Megarezky Lakukan Visitasi Akreditasi 

May 29, 2024 | University News, Faculty of Nursing and Midwifery

Prodi S1 Keperawatan dan Profesi Ners Universitas Megarezky Lakukan Visitasi Akreditasi 

May 29, 2024 | University News, Faculty of Nursing and Midwifery

Program studi (prodi) Sarjana Keperawatan dan Profesi Ners, Fakultas Keperawatan dan Kebidanan (FKK), Universitas Megarezky (Unimerz) melakukan visitasi akreditasi, di ruang SPMI Unimerz, pada Rabu (29/5/2024).

Adapun yang menjadi Tim Asesor LAM-PTKes pada visitasi akreditasi kali ini yakni Dr. F. Susilaningsih, MN (Asesor I), Dr. Dewi Gayatri, S.Kp., M.Kes (Asesor II) dan Dr. Ibrahim Rahmat, S.Kp., S.Pd., M.Kes (Asesor III).

Turut hadir pada akreditasi tersebut yakni, Plt Rektor Universitas Megarezky, para Wakil Rektor Unimerz, Direktur dan para Wakil Direktur Pascasarjana Unimerz, Dekan FKK beserta para wakil dekan FKK, Ketua dan Sekretaris Prodi lingkup FKK Unimerz, para Kepala Lembaga Unimerz, dan seluruh civitas akademik FKK Unimerz.

Dalam sambutannya, Dr. Apt. Jangga, M.Si yang saat ini ditunjuk sebagai Plt Rektor Unimerz mengucapkan selamat datang kepada para Tim Asesor LAM-PTKes pada visitasi akreditasi program studi Sarjana Keperawatan dan Profesi Ners. Lebih lanjut, ia juga menyebutkan bahwa visitasi akreditasi adalah kegiatan rutin yang dilakukan oleh program studi setiap 5 tahun sekali.

“Selamat datang kami ucapkan kepada Tim Asesor LAM-PTKes hari ini. Penghargaan yang setinggi-tingginya untuk datang di tempat kami, ini adalah bukti bahwa kita cenderung mewujudkan cita-cita bangsa, nilai luhur yang diemban adalah mencerdaskan kehidupan bangsa, sesuai yang tercantum pada UUD 1945,” ungkapnya.

“Kegiatan seperti ini adalah kegiatan yang rutin dilakukan oleh program studi pada suatu perguruan tinggi setiap 5 tahun sekali,” imbuhnya.

Sementara itu, Dr. F. Susilaningsih, MN selaku Asesor I dalam pengantarnya menuturkan, bahwa akreditasi adalah untuk melihat bagaimana penjaminan mutu pada suatu program studi. Bahkan kata dia, penjaminan mutu tidaklah sulit, jadi tidak perlu ada ketegangan pada proses akreditasi.

“Proses penjaminan mutu tidak sulit, karena kita hanya berbicara 2 hal, melakukan hal benar dengan cara benar dan melakukan perbaikan secara rutin,” ungkapnya.

“Kita akan melakukan tanpa ketegangan, harus ada kerjasama antara asesor dan institusi, untuk bisa mendapatkan gambaran yang konkret dan realistis. Yang kami lakukan adalah melakukan verifikasi dokumen. Kita menulis apa yang kita lakukan, kita lakukan apa yang kita tulis. Dokumen telah kita baca, dan nanti kita akan lihat dan dalami apakah proses yang dilakukan itu benar,” kuncinya.

SHARE THIS ARTICLE

RELATED NEWS