Memasuki tahun ke-4 kerjasama Prodi S1 Administrasi Rumah Sakit (ARS) Universitas Megarezky (Unimerz) dengan RSUD R.T Notopuro Sidoarjo Jawa Timur kembali menyelenggarakan Pengalaman Belajar Lapangan (Residensi), pada Senin (2/9/2024).
Tahun ini sebanyak 27 mahasiswa prodi S1 ARS Unimerz melakukan residensi selama 5 minggu, mereka terbagi dalam 6 unit/instalasi selama berpraktek di RSUD tersebut, yakni CSSD, IGD, Rekam Medis, Rawat Inap, Rawat Jalan, dan Instalasi Gizi.
RSUD R.T Notopuro merupakan Rumah Sakit Umum Pemerintah kelas A pendidikan. Memiliki layanan unggulan berupa MRI 3 Tesla, Intervensi Jantung (Diagnostik dan Intervensi Kardiovaskuler), ESWL (Extracorporeal Shock Wavelithotripsy), dan CT SCAN 128 Slices. Selain itu RSUD milik pemerintah kabupaten Sidoarjo ini juga merupakan salah satu RSUD yang menjadi percontohan nasional dalam penerapan Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) JKN.
Dalam sambutannya saat pelaksanaan seminar evaluasi dan penutupan kegiatan residensi, Ahmad Sulaiman, S.KM, M.KM selaku KPS S1 Administrasi Rumah Sakit menyampaikan bahwa tahun 2024 ini merupakan tahun keempat prodi Ars membawa mahasiswa PKL di RSUD R.T Notopuro Sidoarjo Jawa Timur.
“Ini adalah tahun keempat kami mengirim mahasiswa kami untuk berpraktek di RSUD R.T Notopuro Sidoarjo ini. Kami selalu mendapat banyak insight terkait komitmen pelayanan rumah sakit, jika di tahun sebelumnya mahasiswa kami merumuskan beberapa prioritas masalah yang ditemukan selama berpraktek, maka ditahun ini permasalahan tersebut sudah tidak ditemukan lagi. Artinya, RS berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan yang terbaik yang berorientasi pada kepuasan konsumen serta terbuka terhadap masukan dan saran dari pihak eksternal,” ungkapnya.
Dalam kesempatan yang sama, Kasubag Diklat RSUD R.T Notopuro Sidoarjo Dr. Agus Santosa, S.Kp., M.Kes yang juga selaku pembimbing lahan menyampaikan bahwa pemahaman mahasiswa akan tujuan dari PBL ini sudah cukup bagus, meski masih diperlukan penajaman beberapa aspek penilaian dari masing-masing instalasi yang menjadi lokus praktek mereka, selain itu kami dari pihak RSUD pun akan melakukan evaluasi terhadap unit/instalasi yang kurang bisa memberikan pendampingan kepada mahasiswa agar kedepannya tujuan dari PBL ini dapat tercapai.



