Suasana khidmat dan penuh semangat akademik menyelimuti halaman Program Pascasarjana STIE AMKOP Makassar pada Rabu pagi (16/7/2025), saat jejeran bunga ucapan selamat menghiasi area parkir sebagai bentuk apresiasi dari kolega, kerabat, dan keluarga. Ucapan tersebut ditujukan kepada promovendus Naftali Rumbino, yang hari itu menjalani sidang ujian terbuka promosi doktor pada Program Studi Ilmu Manajemen.
Sidang ujian promosi doktor dimulai tepat pukul 09.15 WITA dan dipimpin langsung oleh Direktur Pascasarjana STIE AMKOP Makassar, Prof. Dr. Mattalatta, SE., M.Si, yang juga bertindak sebagai promotor. Ia didampingi oleh dua co-promotor, yaitu Prof. Dr. H. Saban Echdar, SE., M.Si dan Dr. Abdul Latief, SE., M.Si, serta Ketua Program Studi S3 Ilmu Manajemen, Prof. Dr. Ansar, SE., M.Si, yang berperan sebagai penguji internal.
Turut hadir pula Dr. Gunawan, Ketua STIE AMKOP Makassar, sebagai penguji pimpinan, bersama dua penguji eksternal yang berasal dari latar belakang ilmu berbeda (lintas bidang ilmu), salah satunya adalah Dr. Abdul Malik Iskandar, S.Ag., M.Si, dosen Universitas Megarezky yang juga menjabat sebagai Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan.
Dalam disertasinya, Naftali Rumbino mengangkat judul “Model Peningkatan Kinerja Guru, Kompetensi dan Disiplin Kerja yang Dimediasi oleh Perilaku Inovatif dan Efikasi Diri di SMK Negeri Kabupaten Manokwari, Provinsi Papua Barat”. Kajian ini memadukan pendekatan manajerial dengan perspektif psikologi dan sosiologi, yang turut mengundang perhatian para penguji.
Sebagai penguji eksternal lintas bidang ilmu, Dr. Abdul Malik Iskandar memberikan apresiasi atas keberanian promovendus menggunakan teori pertukaran sosial dari sosiolog ternama Peter Blau sebagai landasan analisis.
Dalam sesi tanya jawab, Malik menyoroti aspek hubungan sosial yang bersifat reciprocal atau timbal balik, yang menjadi dasar teori tersebut, dan menantang promovendus untuk menjelaskan relevansi penerapan teori dalam konteks peningkatan kinerja guru.
Naftali Rumbino, yang juga menjabat sebagai Kepala Sekolah SMK Negeri di Kabupaten Manokwari Barat, menjawab dengan penuh keyakinan dan ketegasan. Gaya komunikasinya yang khas Papua justru menambah kekuatan narasi dalam menyampaikan argumentasi ilmiah di hadapan para penguji.
Pada akhir sidang, Dr. Abdul Malik Iskandar yang pernah menimba ilmu langsung dari Prof. Kirk Miller dalam bidang Sosiologi di Northern Illinois University, Amerika Serikat melalui program beasiswa Sandwich-Like DIKTI tahun 2012, menutup sesi pengujiannya dengan penuh semangat dan sentuhan budaya:
“Burung Irian Burung Cenderawasih, Cukup Sekian dan Terima Kasih.”
Sidang promosi doktor tersebut berakhir dengan lancar dan penuh apresiasi. Selamat kepada Dr. Naftali Rumbino, atas pencapaian akademik tertingginya.



