NEWS

Dosen Pendidikan Sosiologi UNIMERZ Jadi Narasumber FGD Perumusan Model Pencegahan Trauma Kekerasan terhadap Perempuan Berbasis Nilai Budaya Siri

Jul 9, 2026 | University News, Faculty of Teacher Training and Education

Dosen Pendidikan Sosiologi UNIMERZ Jadi Narasumber FGD Perumusan Model Pencegahan Trauma Kekerasan terhadap Perempuan Berbasis Nilai Budaya Siri

Jul 9, 2026 | University News, Faculty of Teacher Training and Education

Dosen Program Studi S1 Pendidikan Sosiologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Megarezky (UNIMERZ), Dr. Sriwahyuni, S.Sos., M.Pd, dipercaya menjadi narasumber dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Perumusan Model Pencegahan Trauma Kekerasan terhadap Perempuan Berbasis Modal Sosial Perempuan, Ketahanan Psikologis, dan Nilai Budaya Siri di Kota Makassar” yang diselenggarakan pada Rabu (8/7/2026) di Kyriad Haka Hotel Makassar.

Keterlibatan Dr. Sriwahyuni dalam forum ilmiah tersebut merupakan bentuk pengakuan atas kompetensinya sebagai akademisi di bidang Sosiologi Keluarga sekaligus menunjukkan kontribusi aktif dosen Universitas Megarezky dalam pengembangan kajian sosial yang berorientasi pada penyelesaian berbagai persoalan masyarakat.

FGD ini mempertemukan akademisi, praktisi, psikolog, dan pemerhati isu perempuan untuk merumuskan model pencegahan trauma yang lebih komprehensif dan kontekstual sesuai dengan karakteristik sosial budaya masyarakat Kota Makassar. Melalui pendekatan multidisipliner, forum ini mengintegrasikan perspektif sosiologi, psikologi, dan nilai-nilai budaya lokal sebagai landasan dalam upaya pencegahan serta pemulihan korban kekerasan terhadap perempuan.

Dalam paparannya, Dr. Sriwahyuni menegaskan bahwa keluarga merupakan institusi sosial pertama yang memiliki peran strategis dalam membangun ketahanan individu, khususnya bagi perempuan yang mengalami kekerasan. Menurutnya, penguatan modal sosial dalam keluarga maupun komunitas menjadi fondasi penting dalam proses pemulihan trauma.

“Relasi sosial yang sehat, dukungan keluarga, dan jaringan sosial yang kuat dapat mempercepat proses pemulihan psikososial korban sekaligus meminimalkan potensi terjadinya kekerasan berulang,” jelasnya.

Ia juga menekankan pentingnya mereinterpretasi nilai budaya Siri sebagai kekuatan sosial yang menjunjung tinggi martabat manusia, melindungi perempuan, serta memperkuat solidaritas dalam masyarakat. Menurutnya, nilai budaya lokal tidak semestinya dipahami secara sempit, melainkan dikembangkan sebagai modal budaya yang mampu menciptakan lingkungan yang aman, inklusif, dan bebas dari kekerasan berbasis gender.

Selain Dr. Sriwahyuni, FGD ini turut menghadirkan narasumber lainnya, yakni Prof. Dr. H. Firdaus Muhammad, M.A. yang membahas penguatan nilai-nilai sosial dalam perspektif kebijakan publik, serta Sitti Annisa M. Harusi, M.Psi., Psikolog yang memaparkan pendekatan psikologis dalam membangun ketahanan mental perempuan penyintas kekerasan. Sinergi lintas disiplin tersebut diharapkan mampu menghasilkan model pencegahan trauma yang lebih integratif, aplikatif, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Partisipasi Dr. Sriwahyuni dalam forum ini menjadi wujud nyata komitmen Program Studi S1 Pendidikan Sosiologi FKIP Universitas Megarezky dalam mendukung pengembangan ilmu pengetahuan yang memberikan solusi terhadap berbagai persoalan sosial. Keterlibatan dosen dalam forum ilmiah juga merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat melalui penyusunan rekomendasi berbasis kajian ilmiah.

Melalui kegiatan ini diharapkan lahir model pencegahan trauma kekerasan terhadap perempuan yang tidak hanya berfokus pada pemulihan psikologis korban, tetapi juga memperkuat modal sosial masyarakat serta mengaktualisasikan nilai budaya Siri sebagai kearifan lokal yang berperan dalam perlindungan, pemberdayaan, dan peningkatan kualitas hidup perempuan di Kota Makassar.

SHARE THIS ARTICLE

RELATED NEWS