Tiga program studi lingkup Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Megarezky (Unimerz) menyelenggarakan kegiatan Lokakarya Kurikulum, di ruang rapat rektorat Unimerz, pada Sabtu (3/8/2024).
Kegiatan Lokakarya Kurikulum tersebut diselenggarakan dengan mengusung tema ‘Revitalisasi Kurikulum Berbasis MBKM’.
Diketahui Lokakarya Kurikulum FKIp terbagi menjadi 2 tahap. Tahap pertama telah berlangsung pada tanggal 27 Juli 2024 lalu, untuk prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD). Sementara untuk tahap 2 berlangsung di tanggal 3 Agustus 2024, untuk prodi Pendidikan Jasmani, Pendidikan Sosiologi dan Pendidikan Bahasa Inggris.
Adapun yang menjadi narasumber pada kegiatan ini, yaitu Dr. Arnidah, S.Pd., M.Si. (UNM Pendidikan Bahasa Inggris), Prof. Dr. Samsudin, M. Pd (UNJ Pendidikan Jasmani) dan Dr. Jamaluddin Arifin, S. Pd., M. Pd ( Unismuh Pendidikan Sosiologi).
Turut hadir pada kegiatan tersebut yakni, Rektor dan para Wakil Rektor Unimerz, Dekan dan para Wakil Dekan FKIP Unimerz, para Ketua Prodi lingkup FKIP, para Dosen dan Staf FKIP, para Narasumber serta Stakeholder.
Dalam sambutannya, Dekan FKIP Unimerz; Dr. Abdul Malik Iskandar, S.Ag., M.Si berharap agar narasumber yang hadir dapat membantu prodi di FKIP dalam penyusunan kurikulum.

“Kami berharap narasumber yang diundang pada kegiatan kali ini bisa membantu memberikan pengarahan terkait penyusunan kurikulum yang ada di prodi FKIP ini. Sehingga nantinya, kurikulum yang digunakan oleh prodi FKIP bisa mengembangkan ilmu pengetahuan dengan menyesuaikan kebutuhan pasar,” ungkapnya.
“Dengan kurikulum yang baik, harapannya kami bisa membawa keempat prodi FKIP ini untuk mendapatkan akreditasi unggul,” kuncinya.
Sementara itu, dalam pembukaannya, Rektor Universitas Megarezky; Prof. Dr. Anwar Ramli, SE., M.Si mengucapkan terima kasih atas kesediaan narasumber dalam memberikan pendampingan pada penyusunan kurikulum di prodi lingkup FKIP.
“Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh narasumber yang hadir, semoga bisa memberikan pandangan dan pemahaman dalam penyusunan kurikulum di prodi lingkup FKIP,” ungkapnya.
“Kurikulum harus terus dikembangkan sesuai dengan kebutuhan pasar. Karena tantangan dunia kampus semakin nyata, dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi khususnya dalam hal dunia robot, itu dapat mengganggu lapangan kerja,” kuncinya.




