Sebanyak 212 lulusan Diploma III dan Diploma IV Teknologi Laboratorium Medis (TLM) Universitas Megarezky (Unimerz) mengikuti Pengambilan Sumpah Ahli Teknologi Laboratorium Medis (ATLM) sebagai tahapan penting sebelum terjun ke dunia kerja profesional.
Kegiatan ini menjadi momentum sakral bagi para lulusan, karena sumpah profesi merupakan pernyataan moral dan komitmen etik bagi ATLM untuk menjalankan praktik profesi sesuai kode etik, menjunjung tinggi kejujuran, tanggung jawab, serta integritas ilmiah dalam setiap pelayanan laboratorium medis.
Acara diawali dengan sambutan dari Dekan Fakultas Teknologi Kesehatan (Fatelkes) dan Wakil Rektor I Universitas Megarezky.
Dalam sambutannya Wakil Rektor I bidang akademik, Dr.Apt.Jangga, S.Si., M.Kes menyampaikan bahwa ATLM memiliki tanggung jawab besar dalam sistem pelayanan kesehatan dan wajib bekerja sesuai standar profesi, Standar Operasional Prosedur (SOP), serta mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi laboratorium medik.
“Sumpah profesi ini menjadi pengingat bahwa ATLM tidak hanya bekerja secara teknis, tetapi juga mengemban amanah untuk mengabdi kepada masyarakat, bangsa, dan negara dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,” tegasnya.
Sambutan selanjutnya disampaikan oleh Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PATELKI, yang menekankan bahwa melalui sumpah profesi, ATLM berkomitmen untuk menghasilkan pemeriksaan laboratorium yang akurat, valid, dan dapat dipertanggungjawabkan. Hal ini dinilai sangat krusial karena hasil pemeriksaan laboratorium berperan besar dalam menentukan diagnosis dan terapi pasien.
“ATLM adalah tenaga kesehatan profesional yang memiliki peran strategis dalam sistem pelayanan kesehatan. Ketepatan dan keakuratan hasil laboratorium menjadi fondasi utama dalam pengambilan keputusan klinis,” ujarnya.
Prosesi sumpah profesi dilakukan secara khidmat, disaksikan oleh Ketua Program Studi TLM, serta dikukuhkan oleh rohaniawan dari tiga agama, yakni Islam, Katolik, dan Protestan, sebagai bentuk penghormatan terhadap keberagaman dan nilai spiritual para peserta.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan, peserta mendapatkan pembekalan materi Service Excellent yang disampaikan oleh Febbie Bakarru. Materi ini dinilai penting untuk membekali lulusan ATLM yang akan memasuki dunia kerja, khususnya dalam meningkatkan kualitas pelayanan laboratorium.
Dalam materinya disampaikan bahwa ATLM tidak hanya bertanggung jawab pada aspek teknis pemeriksaan, tetapi juga pada mutu layanan secara menyeluruh, yang mencakup pelayanan yang tepat waktu (turn around time), akurat dan reliabel, serta ramah, sopan, dan profesional.
“Mutu pelayanan yang baik akan meningkatkan kepercayaan klinisi dan pasien terhadap hasil laboratorium,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, Universitas Megarezky menegaskan komitmennya dalam mencetak lulusan ATLM yang kompeten, beretika, dan siap bersaing, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di Indonesia.




